HEADLINES
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mobil. Tampilkan semua postingan

Mudik Gratis Kementerian Perhubungan 2018

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada mudik lebaran 2018 ini menyediakan 39.446 kuota mudik gratis bagi pemilik sepeda motor, dengan jumlah orang sebanyak 87.250. Jumlah ini merupakan kenaikan dua kali lipat dibanding mudik lebaran 2017, yang menyediakan kuota 19.148 sepeda motor dan 46.885 orang.

Para calon pemudik antre mendaftar program Mudik Gratis Sepeda Motor 2018 di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Minggu (25/03/2018). Kementerian Perhubungan menggelar mudik gratis Lebaran 2018 bagi pesepeda motor yang kendaraannya akan diangkut dengan kapal laut, kereta api, dan truk, sementara para pemilik kendaraan akan diangkut dengan kapal laut, kereta api dan bus. - (antarafoto)

Untuk itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi K. Sumadi mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan mudik gratis dari pemerintah itu, dan tidak memaksakan diri menggunakan sepeda motor untuk mudik ke kampung halamannya saat mudik lebaran tahun ini.

“Saya mengimbau bagi saudara-saudara kita yang ingin pulang ini disediakan mudik gratis. Saya mengharapkan jangan menggunakan motor pulang kampung karena jauh, capek juga besar resikonya, gunakanlah mudik yang gratis dengan motor (diangkut dengan truk atau kapal) dan juga orang ya,” kata Menhub usai Launching Mudik Gratis 2018 di Stasiun Kota, Jakarta, Minggu (25/3) pagi.

Menurut Menhub, program mudik gratis 2018 bagi pengguna sepeda motor sebanyak 3.150 yang akan diangkut dengan truk dari tahun sebelumnya yaitu 3.130, sedangkan orang penumpang akan diangkut dengan bus sebanyak 50.850 atau naik sebesar 14,65% dari tahun sebelumnya sebesar 44.354

Sedangkan untuk kapal penyeberangan dengan Kapal Ro-Ro (Roll On Roll Off) untuk tiga lintasan yaitu, Jakarta-Semarang, Jakarta-Surabaya, dan Jakarta-Lampung.

“Total kuota yang disediakan sebanyak 3.000 untuk sepeda motor dan 6.000 untuk orang penumpang,”jelas Menhub seraya menambahkan, jumlah tersebut naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya sebesar 1.194 untuk sepeda motor dan 2.531 untuk orang penumpang.

Adapun untuk mudik gratis dengan kapal laut, kuota yang disediakan sebanyak 30.400 untuk angkutan orang atau naik 496% dari tahun sebelumnya yaitu 5.094. Untuk angkutan sepeda motor sebanyak 15.200 atau naik 541% dari tahun sebelumnya yaitu 2.370.

“Kapal yang disediakan untuk rute Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang PP. Untuk arus mudik keberangkatan pada 9-13 Juni 2018 dan untuk arus balik dari Pelabuhan Tanjung Emas keberangkatan pada 18-22 Juni 2018,” terang Menhub.

Menurut Menhub Budi K. Sumadi, untuk program mudik gratis 2018 ini pihaknya menganggarkan sekitar Rp90 miliar, dengan rincian Rp36 miliar untuk angkutan darat, Rp34 miliar untuk angkutan laut, dan Rp20 miliar untuk angkutan kereta api.

Pendaftaran Mudik Gratis 2018


Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar mudik gratis 2018 yaitu KTP dan Kartu Keluarga (KK), serta SIM dan STNK yang berlaku.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis 2018, Budi mempersilahkan untuk  mendaftar secara online melalui website: www.mudikgratis.dephub.go.id, atau dapat mendaftar langsung (offline) di kantor pusat Kemenhub Jakarta, kantor Dishub Kota Bogor, kantor Dishub Kota Depok, kantor Dishub Kabupaten Tangerang dan Dishub Kabupaten Bekasi.

Pendaftaran online mudik gratis dengan bus dan kapal laut dibuka mulai 25 Maret hingga 19 Mei 2018. Sementara bagi pemudik yang memilih untuk mendaftar langsung bisa mengunjungi posko pendaftaran mudik gratis di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bogor dan Dinas Perhubungan Daerah Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang, terhitung tanggal 21 Mei sampai 2 Juni 2018. Posko tersebut dibuka pukul 09.0 WIB hingga 16.00 WIB.

Lokasi tujuan mudik gratis tanpa sepeda motor tahun ini meliputi 32 kabupaten atau kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sumatra Barat. Sementara, untuk mudik dengan sepeda motor meliputi sembilan kabupaten atau kota yaitu Tegal, Semarang, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, Magelang, Wonosobo, Kebumen, dan Purwokerto.

Heboh! Pajero Plat AE Hadang Perjalanan Kereta Batara Kresna Solo, Apa Sebabnya?


Perjalanan kereta api jurusan Solo-Wonogiri, Railbus Batara Kresna, sering terhambat akibat sejumlah orang yang memarkir mobil tepat di tengah rel yang berada di depan pusat perbelanjaan, Beteng Trade Center (BTC). Meski ada papan peringatan besar di sana, masih ada saja pengemudi yang nekat memarkirkan mobil di tengah rel.

Menariknya, kebanyakan pelat nomor mobil tersebut berasal dari luar Kota Solo. Entah memang tidak tahu atau sengaja, tindakan memarkir mobil di tengah rel kereta Railbus Batara Kresna seperti yang terjadi, Sabtu (12/5/2018), jelas salah kaprah. Kali ini, mobil Pajero Sport warna merah tua berpelat AE 354 YY menjadi penghalang bagi perjalanan kereta berwarna merah putih itu. Bahkan mobil tersebut sebelumnya sudah digembok rodanya oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Solo dikarenakan parkir sembarangan di atas rel. Kejadian ini terekam dalam video viral yang diunggah di akun Instagram @ics_infocegatansolo.

A post shared by ICS InfoCegatanSolo (@ics_infocegatansolo) on

Sejumlah warganet yang sudah biasa melihat kejadian semacam itu tetap saja geregetan. Mereka merasa heran dengan banyaknya mobil yang parkir di kawasan terlarang itu. Bahkan, kejadian semacam itu sudah menjadi pemandangan lazim. Biasanya, warga sekitar yang berada di lokasi akan bergotong-royong memindahkan mobil yang parkir di tengah rel.

Tapi, yang menjadi pertanyaan, apakah tidak ada orang yang mengingatkan saat ada pengemudi nekat parkir di kawasan tersebut? Sebab, bisa jadi para pengemudi tidak melihat papan peringatan yang dipasang di depan BTC Solo soal larangan parkir di tengah rel.

"Kalau menurut saya yang setiap hari lewat situ, tulisannya memang kurang terlihat jelas. Apalagi buat warga luar Kota Solo. Karena enggak ada tanda lain, jadi kebanyakan pasti enggak tahu," komentar @focalluresolo.

"Yang harus ditindak juga itu tukang parkirnya. Kadang orang luar kota enggak peduli dengan plakat itu," sambung @tyo_nugroh0.

"Saudaraku yang dari Bali juga pernah kayak gitu. Dipikir relnya sudah enggak terpakai. Soalnya pas parkir di situ enggak ada yang ngasih tahu kalau enggak boleh. Malah pedagang yang didekat situ pada diam saja," imbuh @argarosyta.

"Kalau sudah sering terjadi lagi dan lagi, antara si pengemudi tak tahu (bukan orang Solo) atau tidak tahu artia rambu-rambu, atau bahkan yang parah orang sekitar sudah tidak peduli. Silakan koreksi sendiri," lanjut @christ_1709.

Kejadian seperti itu sebenarnya telah terjadi sejak lama. Bahkan, pada 2015 lalu, ada satu mobil yang diseruduk kereta api karena nekat parkir di tngah rel. Entah siapa yang salah, pihak Dinas Perhubungan Kota Solo sebenarnya telah melakukan berbagai upaya agar kejadian serupa tidak terulang. Namun pada kenyataannya rel kereta api di Jalan Mayor Sunaryo, Pasar Kliwon, Solo, sulit disterilkan.

Saat kereta api Railbus Batara Kresna belum lewat, rel tersebut dipenuhi pedagang yang menjajakan dagangan dengan sepeda motor maupun gerobak. Jika kereta hendak lewat, petugas setempat bakal membunyikan peluit peringatan agar para pedagang menyingkir.

Waduh! Bus Suroboyo Diminta Berhenti Beroperasi, Ada Apa Nih?

Belum lama ini terlihat di jalanan Surabaya, sebuah bus baru yang dinamakan Bus Suroboyo.

Bus tersebut beroperasi mulai Sabtu (7/4/2018) silam.

Namun kabar kurang mengenakkan menghampiri Bus Suroboyo ini.

 Suroboyo Bus (Foto: deskgram @agoes_se)

Bus Suroboyo diminta stop beroperasi sementara karena ada beberapa hal yang harus dievaluasi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono.

(Foto: deskgram @yogie_ferdianz)

Bambang menilai bus ini tidak didukung jaminan keselamatan sebagai transportasi publik.

Selain itu, sesuai aturan tidak boleh Dinas Pehubungan (Dishub) Surabaya mengatur sendiri sekaligus sebagai operator Suroboyo Bus.

"Sebaiknya dihentikan sementara. Transportasi publik itu wajib hukumnya pelat kuning. Bukan pelat merah," tegas Bambang pada tribunnews.com, Kamis (10/5/2018).

Suroboyo Bus Berplat Warna Merah (Foto: deskgram)

Dia memberi argumentasi bahwa dengan berpelat kuning artinya ada jaminan keselamatan sebagai transportasi publik.

Dengan pelat kuning artinya uji kir dan dokumen sebagai transportasi publik terjamin.

"Saya tak yakin bahwa bus itu telah diuji kir meski kondisi bus baru. Kalau pelat merah kecenderungannya tak akan diuji. Lantas sekarang pakai pelat merah seenaknya, tidak bisa begitu," kata Bambang.

Seharusnya, Suroboyo Bus itu lebih dulu ditata manajemennya.

Ada operator yang mengoperasikan bus tersebut dan operator ini bukan Dishub.

Artikel ini telah tayang di tribunnews.com dengan judul Suroboyo Bus Diminta Tak Beroperasi, Bambang Haryo: Transportasi Publik Wajib Pelat Kuning

Ini Bedanya Jetbus SHD dan HDD Karoseri Adiputro

Bagi pecinta bus atau yang gemar naik bus, pasti sudah mulai hapal seri-seri bus.

Salah satu seri bus yang paling banyak beredar adalah Jetbus lansiran karoseri Adi Putro.

Jetbus punya banyak seri, mulai dari Jetbus 2 HD, 2 HD+, SHD, dan HDD.

Menariknya, seri SHD dan HDD punya kemiripan desain, keduanya punya dua kaca depan.

Bus SHD dan HDD Qitarabu Trans (Youtube: Nugroho Febianto)

Dijamin kamu pernah salah kira itu tipe apa.

Pengen tau perbedaannya, baca nih penjelasannya.

Jetbus 2 SHD

Jetbus 2+ SHD PO Pandawa 87

Bagi yang belum tahu, SHD itu singkatan dari Super High Deck.

Sekat kaca depan atau topi seri SHD berdimensi tebal.

(BACA JUGA: Ganjil-Genap di Tol, Ini Lokasi Parkir untuk Kendaraan Pribadi)

Ciri khas selanjutnya adalah, tipe SHD punya dua wiper atas yang ber-pivot di atas topinya.

Kaca atas ini menguntungkan para penumpang, yang jadi punya pandangan sangat luas.

Karena punya dek super tinggi, bagasi bus SHD jadi sangat luas.

Tinggi seri SHD mencapai 3.820 mm.

Jetbus 2 HDD

Jetbus 2+ HDD PO Restu Mulya (Foto: bosbis.com)

Seri HDD punya arti High Deck Double Glass.

Sesuai artinya, kamu langsung tahu kalau seri ini juga punya kaca depan yang terbagi dua bagian.

Bedanya, tipe HDD punya tinggi lebih rendah dari SHD.

Jika diperhatikan, topi sekat kaca tipe HDD juga lebih tipis dari seri SHD.

Wiper atas seri HDD juga hanya satu, dan posisi pivotnya berada di bagian paling atas atap.

Tidak mengherankan, karena tipe HDD mengambil basis dari seri HD yang tingginya hanya 3.770 mm.

Tipe HDD jadi opsi bagi konsumen yang ingin punya bus berdimensi tidak super tinggi, tapi tetap punya kaca dobel.
 
Copyright © 2017 VEJWAN. All right reserved.